Pendar Mentari

Tinggi Engkau meletakkannya
Jauh Engkau menempatkannya
Tapi pendarnya tembus celah-celah alam
Mentari yang Engkau letakkan itu
Masih menyala dan masih membakar
Mentari yang Engkau tempatkan itu
Masih memerah dan masih menyilaukan
Tapi pendarnya tembus celah-celah alam

Kapankah Tuhan kami sadar?
Kapankah Tuhan kami siaga?
Kapankan kami akan mengerti?
Akan kebesaranMu
Akan keajaibanMu
Akan hadirMu
Akan kasihMu
Akan jati diriMu yang sebenarnya

Akankah ada kisah tentang kami
Yang bercerita akan kasih setiaMu?
Akankah ada kisah lagi tentang kami
Yang akan bercerita tentang hidup damai karena kami sadar?
Ataukah hanya akan ada kisah tentang kekaguman akan pendar mentari

Dimana lagi kah Tuhan, kami akan berlindung
Jika hujan sengsara deras menerpa?
Dimana lagi kah Tuhan,kami akan bernaung
Jika pendar mentari tak lagi bersahabat

Biarlah Tuhan kami sadar
Biarlah Tuhan kami siaga
Biarlah Tuhan kami mengerti
Biarlah Tuhan pendar mentari itu tetap ada
Mengusik hati kami menembus celah-celah jiwa
Pendar mentari kehidupan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s