Bersamamu tanpa kata

Bersamamu tanpa kata seakan dunia tanpa masa, meski sebenarnya banyak hal yang seharusnya bisa kita bicarakan. Tentang hidup, tentang cinta, tentang makanan, tentang uang, tentang musik, tentang buku, tentang rumah, tentang bunga, tentang film, bahkan tentang orang yang baru saja lewat dari depan kita sekalipun, banyak hal yang seharusnya kita bicarakan. Tapi kita hanya terdiam, membisu, memandang ruang kosong yang sebenarnya tak kosong yang ada di depan kita.

Kuakui kalau saja kemarin aku datang dan memberi seikat bunga untukmu di hari spesialmu, mungkin kita tak akan semembisu ini, mungkin kita akan bicara setiap hal yang sudah kita bicarakan sebelumnya. Kita tahu meskipun berulang kali kita bercerita hal yang sama, selalu ada hal yang membuat kita tertawa bersama, melihat cinta di dalam diri kita masing-masing.

Dan kali ini berbeda. Semua itu karena aku tak ada untukmu di hari kemarin di hari spesialmu. Tak ingin kuberdalih, tak ingin juga aku mencari-cari alasan yang bisa saja kubuat demi sebuah senyum dan kata darimu. Ya, aku tak ingin itu, tak ingin ada dusta di antara kita. Tak ingin semua cerita kita yang sudah diawali dengan kejujuran diselipkan atau bahkan mungkin diakhiri dengan sebuah kebohongan.

Panjang anganku meraih mimpi bersamamu, di sampingmu, di antara barisan doamu, di antara senyuman manismu, di dalam setiap kata semangatmu, di wallpapermu, di cerita gosipmu dengan mereka, di mimpimu, di anganmu juga kelak. Tak ada masa kuharapkan tanpa hadirnya dirimu dalam setiap angan juga mimpiku. Cita dan cita yang ingin kuraih. Bersamamu, ingin aku meraihnya, ingin dikau tersenyum atasnya, ingin tawamu mengiringinya, ingin tangismu juga mendoakannya, ingin sedihmu menguap karenanya.

Tentu saja akupun akan melakukan sebaik-baiknya sebaik dikau melakukannya untukku. Sebaik hatimu, sebaik pikiranmu, sebaik pekerjaan tanganmu, sebaik tangan yang menyambut badan yang lesu, sebaik kaki yang terus menemani perjuangan hidup, sebaik mata yang terus mengawasi agar tak salah melangkah, sebaik mulut untuk mengucapkan kata cinta dan tegoran. Tentu saja, aku ingin melakukan itu semua, aku akan melakukan itu semua.

Biarlah hari ini kita terdiam, membisu menghadap angkasa, memandang ruang kosong yang tak pernah kosong, merindui setiap masa yang sudah pernah ada dan yang akan ada seperti dalam mimpi kita, mendengar kisah yang tak pernah terucap karena kita tanpa kata.

Aku tahu bersamamu akan selalu sama untukku, dengan cinta dan hangat peluk kemesraan.

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s