Aku, hujan, dan titik koma

Rintik hujan temani siang tak bermentari
Pori tanah pun tak lagi mampu menampungnya
Kini dia tergenang tutupi semua cekungan
Jalan-jalan tak lagi menyenangkan tuk dilalui

Titik koma

Aku termenung sejenak di kubik kecilku
Mataku menerawang langit-langit ruangan
Pikiran berlari mengejar impian tak sampai
Hanya waktu yang mampu menjawab tanya

Titik koma

Aku dan hujan tak pernah akur sebelumnya
Tapi titik koma telah menyatukan kami
Tak mudah tuk berjalan seiring dengannya
Dia sering sekali membuat hariku sendu
Tak diperhatikannya kondisi yang kuhadapi
Tentu dia pun tak pernah mau tahu semua itu

Titik koma

Kini aku harus sejalan seiring dengannya
Sebab begitulah adanya kami seharusnya
Dua objek yang berbeda menjalani bagiannya
Meski tak selalu saling mengerti tiap waktu
Tapi titik koma telah membuat kami sejalan
Selayaknya kami menjalani bagian kami sendiri

Advertisements

2 thoughts on “Aku, hujan, dan titik koma

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s