Entah berapa lama sudah

Entah sudah berapa lama
saat terakhir nyanyian kicau burung sambut pagiku
Bersama udara segar yang memenuhi paru-paru
Serta sinar mentari pagi yang memulai hari

Hatiku bergembira
Penuh dengan sukacita
Senandung riang terus menggema dalam kepala
Pun mulut mulai bersuara ikuti irama

Iya, entah berapa lama sudah
Seperti keluar dari gelapnya jurang kejatuhanku
Dengan kebebalan hati dan ganasnya mata
Pun tangan dan kaki memilih untuk bersalah
Entah sudah berapa lama

Pagi ini,
Menikmati mentari bersama riuh rendah burung berkicau
Satu kalimat terucap dari hatiku
Terima kasih Tuhan, karena aku masih hidup

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s