Hanya untuk kembali

Bukankah aku menantimu tuk kembali?
di tepian angan kemilau malam
di bawah langit terang benderang
di atas tanah basah karena hujan

Bukan sebuah alasan
bukan pula sebuah alibi
tapi sungguh aku menantimu
bukan untuk temani bulan malam
tapi menunggumu tuk kembali

Janjimu di sore itu
kala langit kemerahan pendarkan mentari
kala aku lepaskan tanganmu tuk pergi
siapkan hati tuk melayang jauh
menantimu hanya untuk kembali
ya, hanya untuk kembali

Kini tinggallah aku bersama malam
meski bulan tak temani langitku
pun awan segera beranjak lalu
aku menantimu tuk kembali

Advertisements

3 thoughts on “Hanya untuk kembali

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s