Februari

Februari,
Kemanakah cintamu pergi?
Kemanakah cintamu yang dulu ada?
Bukankah dulu kau penuh cinta?
Bukankah dulu kau penuh asmara?

Februari,
Kemanakah senyummu hilang lenyap?
Kemanakah lekuk bibir yang menghibur itu?
Bukankah dulu kau selalu tersenyum?
Bukankah dulu sapaanmu begitu lembut?

Kemanakah semua itu?
Dimanakah semua itu?

Duhai Februari,
Maaf ‘tuk ketidakhadiranku dalam sedihmu
Maaf ‘tuk ketidaksudianku dengar ceritamu
Maaf ‘tuk ketidakpekaanku tentang sikapmu
Maaf ‘tuk pundakku yang tak ada untukmu
Maaf ‘tuk hatiku yang tak siap untukmu

Janganlah hilang cintamu
Janganlah lenyap senyummu

Kuingin kembali lihat februari yang ceria
Kuingin kembali disapa februari yang lembut
Kuingin tersenyum penuh cinta bersama februari

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s