Serut Nelangsa

kini tinggal lah aku jauh
semakin dalam terjatuh
terlalu lama tak angkat sauh
akhirnya terus berlabuh

kakiku tertahan semakin terbenam
lututku pun terbawa semakin dalam
tertekuk lipatkan perih yang kelam
membawa asa perlahan kian padam

lapis sekat membalut semua luka
menutupi jaringan yang terbuka
tak terlihat semua sakit sengsara
bahkan senyumku pun menelangsa

terbitlah mentari untukku
terangi gelapku demi siangmu
kuingin cercah cahaya atasku
agar aku pahami hikayatku

teranglah bulan demi malammu
bulatkan wajahmu biaskan cahyamu
tutupilah kelam atas kabut asaku
hingga jalanku tak lagi sempit kelabu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s