Di musim semi

kucoba temukan kata tentang rasaku
sedari kemarin kususun tapi tak juga lalu
bertemu dalam gejolak asrama menggebu
namun bibirku tak mampu berucap rasaku

aku telah kalah oleh rasaku sendiri
berjalan jauh namun tujuan tak sampai
bahkan mungkin hanya sampai ke tepi
puncaknya pun tak layak kudapati

bunga hatiku ceria hariku
bunga harumku aroma jalanku
bunga cantikku rupa rasaku
bunga rinduku penuh cintaku

berjalan lah di tepian jalan hidupmu
tunjukkan semangat 45 dalam dirimu
bertarung di medan yang menderu
harapan dan doaku turut bersamamu

ingin kutulis dalam tabula rasa
satu cerita indah tentang cinta
berjuang demi cinta penuh pesona
dikayuh tuk sampai di ujung asmara

hari ini kutulis kembali cerita ini
dalam bait-bait berima dan bertali
tuk ungkapkan gelisah dalam hati
padamu bunga hatiku di musim semi

Advertisements

8 thoughts on “Di musim semi

  1. @Sonia: maaf dek, bukan maksud. hehehe..
    @Ruby: hehehe… gimana ya? beda juga sih Rub, tetap aja kutuliskan meski disembunyikan. *bingung* :-/

  2. Kalau begitu kamu belum mengetahui aturan utama ngeblog. Ada banyak tempat di komputermu untuk menyimpan tulisan-tulisan yang tidak bisa dibaca orang lain. Dan tentu saja sangat terlindungi.:)

    • kurang kerjaan dia dek, kalo sampai blog ini pun mau dibobol. hehehe.. awak kan bukan siapa2 sampai harus dibobol segala. πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s