dia telah memberi

dia telah memberi warna pada kepingan-kepingan rasa yang dulu telah hilang
dalam senyum ceria dan sinar mata yang terus memberi sebuah harap
bernyanyi dalam melodi asmara tentang cinta yang telah terbuai angan
bermimpi tuk meraih sebuah kenangan di antara liku-liku telaga rasa

dia telah memberi tanda pada jalur-jalur rindu yang dulu telah ada
dalam impian ceria dan hasrat menggebu yang terus mendorong niat
menangis dalam kegembiraan hingga waktu memberi masa berkabung
berlari tuk mencapai suatu masa indah dalam riak-riak teluk rindu

dia telah memberi nama pada sudut-sudut cinta yang dulu telah terukir
dalam sajak berima dan susunan kata-kata yang melukiskan sebuah cerita
tertawa dalam kesedihan tentang kisah yang terus mencari makna
merangkak tuk meniti sebuah jalan panjang di sela-sela lautan asmara

dia telah memberi nada pada suku-suku kata yang dulu telah tersusun
dalam alunan naik turun dan irama yang membawa peluh dalam belaian
bergumam dalam diam sepi tentang lagu yang terus memberi tanya
berpikir tuk temukan melodi terindah di antara deru-deru suara gempita

dia telah memberi nilai pada taruk-taruk jiwa yang dulu telah tumbuh
dalam harmoni keabadian dan simfoni kesetiaan yang memberi ketenangan
tersenyum dalam cahaya kemurnian hingga hilang sirna semua duka
berjalan kembali tuk ceritakan kisah kasih di buku-buku cakrawala jiwa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s