Saat itu dia tahu

ketika cinta bertarung di antara deru-deru geliat asa yang menampik turunnya hujan
ketika rindu menggenggam sebuah angan dalam irama melodi yang menyimpan satu kiasan
ketika rasa duduk termenung menikmati indahnya pesona di antara riak air mengalir
Saat itu dia tahu kalau asmara itu bermimpi dalam pesona cinta tentang rasa irama rindu

kala hati melihat hidup di antara hiruk pikuk dunia yang tenggelamkan asa
kala jiwa menoleh sebuah kisah tentang galau dalam turunan nada kelabu
kala raga terpaku menyaksikan gejolak keinginan di antara peluh kehampaan
saat itu dia tahu jika bukan demikian, raga tak mampu menenangkan hati dan jiwa

ketika hasrat mencium bau kebahagian di antara keluh kesah yang membawa kegelapan
ketika ambisi mencicipi nikmatnya aroma impian dalam jalur berliku sembarang
ketika nafsu menggigit potongan keraguan di jalan yang memberi seribu pertanyaan
saat itu dia tahu kalau nafsu hanyalah simbol tentang hasrat yang memuaskan ambisi

kala perih meringis meratapi jalur di antara emosi yang membawa luapan kenangan
kala nyeri berteriak menolak seruan semangat menggebu dalam lingkup cerita ceria
kala pedih merintih mengakui bahwa sesungguhnya semua itu hanyalah pantun kirana
saat itu dia tahu jika nyeri itu adalah akibat perih emosi dalam kenangan pedih

Ketika kasih merajut asmara di antara raga yang bernafsu dalam nyeri
saat itu dia tahu jika kasih mampu memberi aroma dalam melodi kehampaan

Advertisements

4 thoughts on “Saat itu dia tahu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s