Angan senja

kala itu
kala senja menatap langit
kala mentari akan bertemu malam
tak kusadari dia sudah datang
menghampiriku dalam anganku
aku tersenyum menatapnya indah
dibalas kerlingan matanya
kuhampiri dia tuk ajak pergi
menjalani senja merah menyala
menikmati sungai indah berwarna
bercerita dalam canda tawa
sesekali terkekeh dan kemudian diam

kupegang erat tangannya
tak ingin kulepas
dibalas senyum di bibirnya
berbalik tangannya meraihku
menyelipkan tangannya dalam lenganku
sembari menyandarkan kepalanya di bahuku
melangkah dalam kegirangan hangatnya cinta
kebersamaan yang tak akan tergantikan
ditemani teduhnya suasana sore hari

angin pun tak ingin ketinggalan
merasakan indahnya sore itu bersamanya
tak henti terbangkan rambut indahnya
mengobrak-abriknya tutupi wajahnya
tapi tetap saja cantiknya terlihat

Indahnya kala itu
kala senja menatap langit
kala mentari bertemu malam
dalam merah senja indah romansa
kala rasaku terbawa anganku
dalam satu rasa menggeliat di hati
tentang nona dalam angan senja

Advertisements

5 thoughts on “Angan senja

    • hehehehe.. aku tidak sedang menodongkan senjata kok Mel. ngapain angkat tangan? hahahaha…
      trima kasih eniwei. soal pantun? 😕 ntahlah. kita liat saja, kalo itu termasuk yang berbeda dalam diriku. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s