Kutuliskan lagi

Kutuliskan lagi ceritaku tentang kita
di antara angin dan dinginnya peralihan
ketika kita kembali bertemu
bersama seribu bayang yang membuat terbisu

pandangan kosongku tak juga kau tegur
aku tenggelam dalam kungkungan bebanku
kau terdiam dan bergumam di sampingku
kita terpisah rintikan hujan yang tersisa

kereta melaju iringi kebisuan kita
capai setiap tujuan dengan irama yang sama
meski tak seindah melodi musik klasik
ketukannya mungkin lebih baik dari melodi hidupku

Kau langkahkan kakimu membelakangiku
dengan sebuah kata salam dan semangat
tersenyum aku dalam kegundahanku
Kuucapkan salam ‘tuk kemudian berlalu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s