“…..”

bungaku, cinta dalam hatiku
sesak rasanya dadaku saat ini
ingin ku bercerita padamu
tapi tak juga aku mampu berkata
keluh kesah tentang hidupku
yang membuat aku tenggelam
senang dan riangnya hariku
yang membuat rinduku mendalam
gejolak hidup dan perjuangan
tentang cinta dan juga citaku

kulihat kau terbang semakin tinggi
menggapai daun yang tumbuh menjulang tinggi
hingga aku harus mengangkat daguku
menempatkan tanganku di dahiku
tapi aku masih saja di dasar ini
tak mampu beranjak dalam dingin kalbu
meski aku sudah memanjat tebing itu
tangan ini tetaplah tak mencapai puncak
hingga mataku terasa lelah melihatmu
semakin tinggi dan semakin jauh

bungaku, damai dalam mutiara hatiku
sulitku saat ini sungguh menyesakkanku
kapankah aku akan bercerita padamu?
Adakah waktu untuk kita bersama bercengkerama?
Andai saja masa ini di waktu yang berbeda
tak akan kulewatkan sejengkal pun
Tapi kudengar kawan menepuk pundakku
“Jangan berandai kawan, semua yang kau hadapi nyata”

serut jiwa untaian makna kataku
kujalin berbaris mengikut impian
tertata indah terpola aturan pesona warna

bungaku, bungaku….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s