Daun Kuning

Geliat daun kuning terkapar di atas aspal
remuk redam terinjak kaki-kaki yang kokoh
kontras antara hitam dan kelam sekelilingnya
Menandakan itu memang bukan dunianya

Geliat daun kuning yang kecil
tersebar di atas hamparan aspal yang luas
mengorek cerdas menghapus kalut
menanti datangnya aliran air

Geliat daun kuning di atas air
terombang-ambing gelombang air
mengalir menyusur jalan beraspal
tak tahu dimana kan merapat

Geliat daun kuning yang dulu hijau
menghantarkan sejuk hasilkan damai
menghiasi ruang yang semrawut
tergerus terbawa arus zaman

Geliat daun kuning
mencoba memberi makna hidup
meniti tepian yang tak berujung
tanpa ada yang memperhatikan kau pernah hidup

hai engkau daun kuning
tunjukkan geliat maknamu
hantam rintangan yang menghadang
menantang zaman menepis ragu

Geliatmu kan tembus badai
Geliatmu kan robohkan tembok
Hiingga kau sampai di dunia yang berujung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s