Pemain ke-12 dan Pemain ke-2

Mereka berteriak, duduk kemudian berdiri, merasa kecewa dan menutup wajah mereka dengan kedua tangan, atau membanting apa yang ada di tangan ke lantai. Banyak ekspresi yang mereka lakukan untuk menunjukkan segala dukungan mereka. Atau bahkan tak jarang keluar makian atau umpatan yang sebenarnya tidak perlu untuk menunjukkan kekecewaan mereka. Tak urung mereka juga meneriakkan nyanyian atau yel-yel untuk menambah motivasi dan semangat yang mereka dukung. Mungkin itulah gambaran umum tentang bagaimana supporter menunjukkan kecintaan mereka terhadap tim mereka.

Nama supporter merupakan sebutan yang diberikan bagi para pendukung tim yang bertanding terutama dalam olahraga. Mereka berada di luar lapangan. Kata Supporter merupakan bahasa inggris yang berarti Pendukung. Dalam olahraga hal ini sungguh lazim digunakan dan terkadang menjadi penentu arah pertandingan tentang siapa yang akan memenangkan pertandingan. Tak jarang mereka memberi sebanyak mungkin untuk tim yang mereka dukung.

Tanpa supporter, sebuah pertandingan akan merasa hambar, seperti sayur tanpa garam. Para pemain di arena pertandingan akan merasa aneh dan janggal karena keadaan begitu sunyi yang mungkin akan membuat mereka tidak semangat dalam bertanding. Jika membayangkan sebuah pertandingan tinju tanpa penonton, hambar rasanya. Sedangkan perkelahian anak sewaktu kecil sering timbul karena ada yang mendukung pertengkaran hal itu terjadi, baik itu dari teman ataupun dari dirinya sendiri.

Jika kita melihat salah satu bagian olahraga yakni sepakbola, perkataan supporter terlihat lebih kentara dibandingkan dengan olahraga lainnya. Karena dalam olahraga sepakbola kita melihat dampak yang jelas dari mendukung tim kesayangan. Mulai dari membeli barang-barang yang berbau tim kita, supaya kita diidentikkan dengan tim kita. Atau membentuk suatu perkumpulan dengan dasar satu rasa dan satu emosi mendukung tim kesayangan. Agar ketika timnya bertanding, mereka bisa secara bersama-sama memberi dukungan bagi timnya demi sebuah kemenangan.

Supporter dalam olahraga sepakbola sering disebut sebagai pemain ke-12 sebuah tim, dengan sebelas orang bertanding dengan lawan di lapangan, meskipun supporter berada di luar lapangan. Karena dengan adanya supporter bisa jadi merubah alur permainan tim yang sedang bertanding. Semangat bisa terpacu dengan teriakan dan yel-yel yang para supporter berikan untuk timnya. Alhasil sekali lagi boleh dibilang, sepakbola akan hambar tanpa supporter.

Tindakan-tindakan terpuji yang dilakukan supporter memang terkadang dinodai oleh tindakan anarkis yang dilakukan sebagian orang yang tidak mengerti arti sebuah pertandingan. Dimana memang dalam pertandingan akan selalu ada yang menang dan kalah. Memang dalam sepakbola akan ada hasil seri tapi permainan menentukan apakah kita disebut ’menang’ atau tidak. Tidak sedikit kejadian dalam sepakbola yang menyebabkan pengrusakan terhadap fasilitas yang ada, bahkan merenggut nyawa orang lain. Mungkin jika anda seorang pecinta sepakbola, anda tentu akan mengingat kejadian 24 tahun yang lalu ketika final Piala Champion mempertemukan antara Liverpool vs Juventus. Tragedi yang mengubah sejarah sepakbola khususnya supporter. 39 orang supporter Juventus meninggal dalam bentrokan antar supporter dan menyebabkan berbagai kerusakan yang lain juga. Memang sejarah buruk terkadang mengikuti setiap perjalanan hidup. Hanya jika sejarah itu berhenti sampai di situ, tak ada perubahan yang dibawa.

Supporter dengan kecintaan yang berlebihan memang bisa menimbulkan tindakan anarkis, bahkan boleh dibilang, mereka akan siap mati demi tim yang mereka dukung. Seperti yang pernah terlihat pada salah satu slogan sebuah supporter sebuah tim di bandung. Slogan ’Persib atau Mati’ sering tertempel atau terukir di setiap aksesoris mereka. Slogan yang memang dipinjam dari para pejuang pendahulu kita yang memperjuangkan kemerdekaan kita yakni ’Merdeka atau Mati’. Hal ini menunjukkan, banyak hal yang memang bisa timbul dengan mendukung sebuah tim, bahkan sampai mati.

Hal mendukung memang merupakan suatu ’pekerjaan’ yang sebenarnya dilakukan karena mencintai tim yang didukung sehingga daya upaya akan dilakukan agar tim tidak jatuh atau kalah. Seandainya hal ini juga kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari kita. Maksudnya adalah hal mendukung orang lain adalah sesuatu yang dapat kita lakukan seperti layaknya kita supporter mendukung tim kesayangannya, tentunya dalam hal yang baik. Kita dapat mendukung teman kita, saudara kita, orangtua kita, pacar kita, atau siapa saja. Sekali lagi karena kita mencintai mereka, mengasihi mereka, dan ingin mereka menang.

Kita akan menjadi supporter bagi teman, saudara, orangtua, atau pacar kita, menyemangati kala mereka jatuh, membantu kala mereka butuh pertolongan, bersukacita dalam sukacitanya, bersedih dalam dukacitanya, menjadi pemain kedua dalam pertandingan hidup mereka. Karena hidup kita memang sebuah pertandingan yang akan kita jalani dengan aturan yang ditetapkan oleh ’pengatur hidup’ dan akan diawasi oleh ’wasit’ hidup kita. Selamat Bertanding!.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s