Aku cemburu

Aku cemburu

Aku cemburu pada malam
Yang punya bintang temani sepinya
Yang punya rembulan saat kelamnya

Aku cemburu pada siang
Yang punya mentari ceriakan harinya
Yang punya awan teduhkan teriknya

Aku cemburu pada pagi
Yang punya mentari bangunkan tidurnya
Yang punya embun pagi sejukkan wajahnya

Ya, aku sungguh cemburu
Pada sejoli yang bersenang-senang itu
Pada pria yang jadi pilihan gadis itu
Pada waktu yang tidak pernah setuju denganku
Sedangkan dia bisa bermain-main dengan nasibku

Tidakkah kau peduli?
Aku begitu cemburu
Sungguh cemburu

Advertisements

Kupanggil puan kembali

Kutilik semilir senja di balik awan
Dia malu tersipu merah merona
Kulirik mentari di ujung langit
Bergegas sembunyi di akhir senja

Anganku mulai beranjak ke haluan
Berjungkat-jangkit mencari tepian
Samar dilihatnya puan nan jelita
Berpeluh melawan bisingnya kota

Hatikupun memanggil puan untuk kembali
Tinggalkan deru kota untuk senja mempesona
Selimutkan pendar jingga di tepi Danau Toba
Kembali ke pangkuanku di damai cintaku

Cerita hujan sore

Tak ada berita sejak pagi
Kau bahkan tak terlihat
Langit masih biru cerah
Mentari pun riang gembira

Perlahan namun pasti
Kau datang mengikut angin sore
Tak kau hiraukan jerit mentari
Dengan yakin kau halangi sinarnya

Hujan sore pun turun
Sederhana dan merayu

Berlariku hindari rintik hujan
Agar tak kuyup kuharap mentari